![]() |
| poto iustrasi |
Sampang (beritametro) - Warga Desa Palenggiyan,
Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang Madura di gemparkan dengan
tewasnya seorang kakek yang bernama Marlito (65). Korban terbunuh dengan
kepala bersimbah darah dan lengan lecet di tempat peribadatanya.
Mendapatkan informasi adanya warga terbunuh itu, satuan Polres Sampang beserta jajaran Polsek Kedungdung langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan olah TKP, pantauan di lokasi diperkirakan 4 mobil anggota kepolisian berada di TKP.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, peristiwa tragis ini bermula, saat korban berpamitan kepada istrinya keluar rumah untuk mengambil wudhu melakukan salat subuh. Tanpa pikir panjang, sang istri pun mengijinkan suaminya itu. Bahkan, tak pernah terbersit sedikit pun kalau suaminya akan mengalami nasib naas itu.
Buti’a (56) yang tidak lain adalah istri korban mengaku kalau korban sudah biasa melakukan salat di langgarnya, sehingga dia tak pernah kwatir dengan kondisi dan keselamatan korban." Biasanya, setelah sholat dia menyiram tembakau di sawah, itu sudah rutin dilakukan setiap hari," Kata Buti’a rabu (22/8/2012)
Namun, kaget bukan kepalang, tak di sangka, saat dirinya hendak menuju langgar, tubuh suaminya sudah ditemukan dalam kondisi terbujur kaku dengan luka robek di bagian kepala. Suaminya baru diketahui tewas sekitar 06.30 pagi. Padahal, Marlito tidak pernah punya masalah dengan tetangganya.
Sementara di lokasi kejadian, Kepala Desa setempat sempat mengatakan kematian korban adalah tidak wajar. Sebab, bekas darah korban di bawah langgarnya masih tampak basah dan segar.
Menanggapi kematian korban yang diduga akibat dibunuh. AKP Roy A Prawirosastro belum bisa banyak berkomentar, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan akan memintai keterangan beberapa orang saksi. "Maaf mas ya, kami masih melakukan penyelidikan dan motif terbunuhnya korban." terang perwira dengan balok tiga di pundak asal Surabaya tersebut.(pur)
Mendapatkan informasi adanya warga terbunuh itu, satuan Polres Sampang beserta jajaran Polsek Kedungdung langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan olah TKP, pantauan di lokasi diperkirakan 4 mobil anggota kepolisian berada di TKP.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, peristiwa tragis ini bermula, saat korban berpamitan kepada istrinya keluar rumah untuk mengambil wudhu melakukan salat subuh. Tanpa pikir panjang, sang istri pun mengijinkan suaminya itu. Bahkan, tak pernah terbersit sedikit pun kalau suaminya akan mengalami nasib naas itu.
Buti’a (56) yang tidak lain adalah istri korban mengaku kalau korban sudah biasa melakukan salat di langgarnya, sehingga dia tak pernah kwatir dengan kondisi dan keselamatan korban." Biasanya, setelah sholat dia menyiram tembakau di sawah, itu sudah rutin dilakukan setiap hari," Kata Buti’a rabu (22/8/2012)
Namun, kaget bukan kepalang, tak di sangka, saat dirinya hendak menuju langgar, tubuh suaminya sudah ditemukan dalam kondisi terbujur kaku dengan luka robek di bagian kepala. Suaminya baru diketahui tewas sekitar 06.30 pagi. Padahal, Marlito tidak pernah punya masalah dengan tetangganya.
Sementara di lokasi kejadian, Kepala Desa setempat sempat mengatakan kematian korban adalah tidak wajar. Sebab, bekas darah korban di bawah langgarnya masih tampak basah dan segar.
Menanggapi kematian korban yang diduga akibat dibunuh. AKP Roy A Prawirosastro belum bisa banyak berkomentar, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan akan memintai keterangan beberapa orang saksi. "Maaf mas ya, kami masih melakukan penyelidikan dan motif terbunuhnya korban." terang perwira dengan balok tiga di pundak asal Surabaya tersebut.(pur)
